Dance4Life Celebration di Jawa Tengah - SobatASK

Dance4Life Celebration di Jawa Tengah

CD Bethesda: Rumah Sakit Tanpa Dinding
06/12/2014
KISARA: Klinik yang Sayang Remaja
06/12/2014

Pengetahuan remaja usia 15-24 tahun tentang HIV-AIDS yang masih rendah, sebanyak 3.767 kasus AIDS dan 9.032 kasus HIV yang dilaporkan apda September 2014 di Jawa Tengah menjadi keprihatinan bagi remaja. Maka untuk menjawab tantangan tersebut, remaja perlu dikenalkan lebih dalam tentang peran aktif mereka yang dibutuhkan untuk menjadi agen perubahan dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS. Selain itu, mereka juga merupakan kunci dalam lingkarang penghentian kekerasan seksual dan kehamilan tidak dikehendaki, serta pencegahan penularan HIV. Selain itu, diharapkan remaja dapat berpartisipasi dalam kampanye antidiskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS melalui berbagai kegiatan kreatif dengan cara yang asik bagi remaja.

Melalui dance4life yang digelar di car free day Jalan Pahlawan Minggu pagi pada 30 November 2014 lalu, PKBI Jawa Tengah dengan Youth Center Pilar-nya bersama Youth Association of Central Java (YOCEV), Diponegoro Care Center Universitas Diponegoro mengangkat tema “Berani Beda, Ekspresikan Hakmu Remaja Indonesia!”. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari tahapan Dance4life, yaitu: Inspire, Educate, Activate, dan Celebrate. Perayaan ini juga dilaksanakan serentak di 33 negara dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia.

Acara yang dihadiri lebih dari 500 remaja yang tergabung dalam Organisasi Anggota Jaringan Peer Educator (PE) Jateng kali ini didominasi dengan kostum merah. Meskipun dengan ukuran panggung yang cukup kecil, tapi mereka bisa mengubah jalanan menjadi panggung mereka. Terbukti dengan tampilnya fashion show dari para siswi SMK Ibu Kartini yang memperagakan busana kreatif bermotif batik dengan aksesori dalam beberapa tema fantastis. Penampilan ini merupakan oase bagi para remaja Semarang yang hadir.

Tak kalah meriah dan menarik minat penonton ketika tiga waria yang tergabung dalam Persatuan Waria Semarang (Pewaris) menggoyang panggung dengan lagu “Sakitnya Tu Di Sini”. Penampilan tersebut membuat penonton terpingkal-pingkal bergoyang dan teriak. Usai menggoyang penonton ketiga waria yang sempat diwawancara oleh pembawa acara menyampaikan pesan stop HIV-AIDS.

Baca:  Anak Melahirkan Anak ?

Selanjutnya, penampilan utama pun berlangsung, tarian dance4life. Dance4life ditampilkan para remaja menggebrak Jalan Pahlawan. Mereka menari dan menyanyi mengungkapkan jiwa dan mengekspresikan Deklarasi Remaja Semarang yang berisikan tuntutan pemenuhan hak remaja. Dengan penuh tawa dan keceriaan, mereka saling menguatkan dan menikmati acara pagi itu untuk mencegah dan menjauhkan HIV-AIDS dari kehidupan mereka sesuai tema nasional Peringatan Hari AIDS 2014, “Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga, dan Masyarakat dari HIV dan AIDS dalam Rangka Perlindungan HAM”.

Remaja memang seharusnya dan sepatutnya mendapatkan kawalan dari semua pihak untuk menjaga masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Seperti yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jateng, Elisabeth S.A. Widyastuti, masa remaja merupakan masa yang rentan mengingat perkembangan fisik kadang tidak sebanding dengan perkembangan psikologis dan sosial.

 

Antonius Juang Saksono
Youth Center PKBI Jawa Tengah

Komentar

komentar