[Liputan] International Youth Day #StopPerkawinanAnak

[Liputan] International Youth Day #StopPerkawinanAnak

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Sebelum 25 Tahun
18/08/2015
4 Alasan Kamu Harus Belajar Seksualitas di Sobat ASK
21/08/2015

International Youth Day merupakan hari remaja sedunia yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus. PILAR PKBI Jawa Tengah kali ini memperingati dengan mengadakan serangkaian kegiatan dengan tema “Stop Perkawinan Anak” sebagai kampanye pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual untuk remaja.

Di Indonesia kasus perkawinan anak masih banyak ditemui. Di Semarang jumlah pasangan pemohon dispensasi nikah di bawah 16 tahun selama 4 tahun terakhir selalu meningkat. Tahun 2010 tercatat 48 kasus, tahun 2011 sebanyak 60 kasus, tahun 2012 sebanyak 81 kasus, dan tahun 2013 sejumlah 94 kasus (Data Pengadilan Agama Kota Semarang). Menurut WHO, usia anak merupakan usia dari 0 sampai 18 tahun. Namun, berdasarkan UU perkawinan UU No 1 Tahun 1974, adalah seseorang di perbolehkan menikah pada usia 16 tahun untuk perempuan dan 18 tahun untuk laki-laki.

Perkawinan anak bisa merenggut kebebasan anak untuk hidup sebagai remaja yang memiliki potensi besar dengan segala gagasan dan cita-citanya. Ketika anak sudah menikah jelas akan sangat banyak persoalan yang berbeda yang dihadapi dibanding anak-anak yang masih mengenyam bangku pendidikan. Dampak perkawinan anak pun cukup kompleks tidak hanya secara fisik saja, melainkan juga secara pikis/mental, sosial, dan ekonomi. Pada jiwa mereka yang masih labil, mereka dituntut untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang tidak hanya berkutat pada masalah sandang, papan dan pangan, tetapi juga kesiapan untuk menghadapi calon anak-anak mereka yang membutuhkan lebih dari persiapan materi dan segala stigma di masyarakat nantinya.

Melihat fenomena tersebut, PILAR PKBI Jawa Tengah mendorong remaja untuk berpartisipasi aktif dalam mengkampanyekan Stop Perkawinan Anak. Salah satunya dengan membuat Petisi Surat Cinta untuk Gubernur dan flashmob Dance4Life. Selain mendorong agar remaja peduli terhadap perkawinan anak, juga agar Stakeholder peduli dan mendukung pembatasan usia perkawinan anak yang sedang diperjuangkan. Serangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemutaran film, dan pembacaan surat cinta untuk gubernur, pemaparan data Child Marriage dan Photovoice pada Rabu, 12 Agustus 2015.

Baca:  Apa itu Aseksual ?

 

 

Tim PILAR PKBI Jawa Tengah

Artikel Terkait

Komentar

komentar