Catatan SRHR Remaja & Pameran PhotoVoice

Catatan SRHR Remaja & Pameran PhotoVoice dari Amsterdam

“Kayaknya sodaraku homo nih, mesti gimana ya?”
29/09/2015
Selamat Peserta Terpilih Indonesian Youth Camp 2015!
05/10/2015

Catatan perjalanan oleh Luh Putu Ari Dewiyanti

 

.

“Ik ben in Amsterdam!”

Kalimat itulah yang aku ucapkan ketika tiba di Amsterdam 30 Agustus kemarin. Aku remaja Bali yang merupakan perwakilan peserta pelatihan photovoice di Yogyakarta yang berkesempatan untuk bisa menghadiri NPC Weeks di Amsterdam pada 30 Agustus-4 September 2015 lalu. Rutgers WPF Netherlandslah yang langsung mengundangku untuk mengisi sebuah talkshow dan membuat sebuah pameran photovoice dalam serangkaian NPC Weeks.

DSC03977

Pada pertemuan ini hanya aku dan seorang temanku yang merupakan perwakilan Uganda yang masih remaja. Wajarlah karena pertemuan ini merupakan pertemuan koordinasi antara National Program Coordinator (NPC) dan aliansi SRHR di Belanda. National Program Coordinator yang hadir pada pertemuan ini berasal dari Malawi, Pakistan, Bangladesh, Tanzania, Senegal, India, Ghana, Uganda, Ethiopia dan tentunya Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi kemajuan kerja dari masing-masing  negara serta ada beberapa agenda tambahan seperti talkshow, penguatan kapasitas, serta field visit.

10520846_707104439423667_4714122347491015327_n

Aku mengisi talkshow dengan judul “About A Girl” pada 1 September 2015. Dalam talkshow ini aku bersama NPC dari Ghana dan Malawi menjadi pembicara di kloter pertama. Kloter pertama membahas mengenai kondisi SRHR remaja perempuan dengan kaitannya dalam pencapaian MDGs. Pada sesi ini aku mendapatkan kesempatan menyampaikan bagaimana situasi SRHR di Indonesia dari sudut pandangku sebagai remaja perempuan. Di kesempatan ini aku mengatakan tentang masih tabunya isu kesehatan reproduksi (kespro) di Indonesia serta adanya batasan bagi remaja dalam mengakses kontrasepsi yang berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan bagi remaja putri. Pembicara lainnya lebih fokus pada capaian MDGs di negara mereka. Selain NPC dari Ghana dan Malawi, ada juga Mr. Lambert, Ambasador SRHR dan HIV/AIDS di Netherlands. Beliaulah yang menutup sesi kami dengan mengatakan bahwa, “Jika kita ingin menguatkan posisi perempuan, kita juga tidak boleh lupa dengan melibatkan peran pasangan, guru, serta orang tua dari remaja perempuan tersebut.”

DSC03958

Sesi kedua lebih fokus membahas mengenai komitmen serta peran pemerintahan belanda dalam isu SRHR bagi perempuan. Pada sesi ini juga ada simbolisasi pemberian boneka anjing yang menggunakan baju dengan kalimat “I Watch over SDG 3 and 5.” Ini menandakan bahwa kami, aliansi SRHR, akan selalu memantau pemerintah untuk tetap fokus pada SDG poin 3 dan 5.

10520846_707104439423667_4714122347491015327_n

Hari Jumat merupakan hari terakhirku di Amsterdam sekaligus hari Pameran PhotoVoice. Aku dan temanku perwakilan Uganda serta dua orang fasilitatorku dari Rugerts WPF Netherlands, yaitu Silvia dan Margo, mempersiapkan sarana dan prasarana photovoice di Ministry of Foreign Affairs in the Netherlands. Kami memasang beberapa hasil pelatihan photovoice dari lima negara yang sebelumnya telah dilatih teknik photovoice oleh Silvia dan Margo. Pameran dibuka langsung oleh Mr. Lambert dan sungguh sebuah kehormatan aku bisa berdialog langsung dengan beliau sambil memaparkan hasil photovoice dari daerahku sendiri. Saat itu aku mengatakan bahwa, “One picture can tell more than a thousand words. Through these photos I could share a story which in my country is not so easy to put in words: I can do that in respectful manner but the message remains powerful.”

IMG-20150923-WA0002

IMG-20150921-WA0011

IMG-20150921-WA0010

 

Artikel Terkait

Komentar

komentar

Baca:  6 Tips Kalau Adikmu Nanya soal Seks