5 Tips Coming Out

5 Tips Coming Out

Selamat Peserta Terpilih Indonesian Youth Camp 2015!
05/10/2015
[LIPUTAN] Pelatihan PhotoVoice Remaja di Pasuruan
12/10/2015

Kali ini, Sobat ASK pengen ngobrol sama teman-teman LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender/Transeksual) yang ingin “tampil”, “dilihat”, atau “diterima” sebagai diri sendiri apa adanya dan ingin membicarakan hal tersebut pada keluarga dan teman-temannya. Rasanya emang nggak enak sih harus menyembunyikan bagian dari siapa kamu sebenarnya. Harus menahan diri untuk cerita soal gebetan baru, mengangguk-ngangguk saja waktu ditanya kapan punya pacar, ditanya ini-itu karena pernah ketahuan pegangan tangan sama si dia. Mungkin kamu takut dikucilkan, dijauhi, apalagi diceramahi sampai pusing. Itu wajar kok. Nggak ada yang menyalahkan kamu kalau kamu takut.

Tapi, kalau kamu kepikiran ingin menceritakan orientasi seksual maupun identitas gendermu pada keluarga maupun teman (atau biasa disebut juga dengan coming out), Sobat ASK dan teman-teman dari Be-Being Me punya beberapa tips yang kudu kamu perhatikan.

 

1. Lihat Sitkon

Kamu bisa coba baca-baca cerita coming out lain dari teman kamu atau dunia maya, biar kamu nggak sepenuhnya bingung soal gimana cara memulai percakapan yang sulit ini. Tapi pada akhirnya, kamu harus memperhatikan gimana kondisi keluarga kamu sendiri. Gimana sikap mereka soal isu-isu LGBT, misalnya? Seberapa paham mereka soal isu ini? “Strategi” kamu untuk coming out dan cara kamu ngomong sama mereka harus disesuaikan dengan kondisi keluarga kamu sendiri.

 

2. Pertimbangkan Risiko

Omong-omong soal kondisi keluarga, kamu harus mikirin: kira-kira gimana reaksi mereka? Apakah mereka akan menyakiti kamu secara fisik dan melakukan tindak kekerasan padamu?  Kalau menurut kamu mereka akan menyakiti kamu secara fisik, jangan come out dulu. Prioritaskan keamanan dirimu sendiri terlebih dahulu.

 

3. Mulai Obrolan Secara Halus

Kamu nggak harus ngobrolin soal ini secara langsung. Coba nonton film-film bertema LGBT, dengar lagu yang melawan diskriminasi berbasis orientasi seksual dan identitas gender. Kamu bisa mulai memaparkan mereka pada isu-isu LGBT seperti ini, sekalian mengukur sikap mereka soal LGBT.

Baca:  5 Negara yang Ramah Transgender

_news-coming-out-male

4. Persiapan yang Baik

Ini paling penting. Kamu harus siap untuk memikirkan semua kemungkinan. Cari cara untuk membicarakan topik ini secara halus. Pikirkan kata-kata yang akan kamu pakai dengan baik.  Pilih tempat untuk ngobrol yang enak dan nyaman agar kamu merasa aman dan tidak terpojok. Pilih waktu yang pas: kalau kamu ngomong ini pada perayaan besar, acara keluarga, atau ulang tahun, respon mereka bisa lebih drastis dari biasanya.

Selain itu, kamu harus mempersiapkan diri kalau respon mereka tidak baik. Kalau kamu diusir, misalnya, siapa teman yang bisa tampung kamu dan kasih kamu dukungan finansial dan moral? Siapa yang bisa kamu ajak ngobrol soal ini dari lingkar teman-teman terdekatmu? Persiapkan dirimu secara mental untuk kemungkinan-kemungkinan terburuk.

 

5. Jangan Ragu untuk Cari Bantuan dan Membantu Mereka

Kamu dan keluargamu belum tentu bisa melalui proses ini sendiri dan itu tidak masalah. Coming out adalah langkah yang besar bagi siapapun dan belum tentu keluargamu bisa menerima kabar ini begitu saja. Butuh proses, langkah yang berat, dan waktu yang panjang agar mereka mengerti. Jangan ragu-ragu untuk mengobrol dengan konselor yang memang paham soal isu-isu seperti ini dan bisa memberi informasi dan pengertian yang benar buat kamu dan keluargamu. Kenalkan keluargamu pada keluarga atau orang tua lain yang mengalami situasi serupa. Selain itu, kamu juga harus siap-siap untuk menjelaskan ini-itu soal seksualitasmu karena mereka pasti ingin tahu – dan memang harus tahu.

Berikan mereka waktu untuk mencerna informasi ini karena situasi ini tidak mudah juga bagi mereka. Tapi, kamu nggak perlu khawatir karena #KamuTidakSendirian. Ada banyak komunitas dan konselor sebaya yang bisa memberikan kamu informasi, tips, dan jadi teman curhat yang baik soal ini. Buka-buka saja di Direktori Komunitas.

Baca:  Ayo bergabung di Indonesian Youth Camp for ICFP di Bali (7 November 2015)

Ingat bahwa apapun yang terjadi, kamu tetap manusia yang baik, bermartabat, dan berharga. Tidak ada yang bisa mengubah itu, dan tidak ada yang berhak mengambil itu. Good luck :)

Artikel Terkait

Komentar

komentar