7 Tips Kalau Kamu Digodain sama Bos - SobatASK

7 Tips Kalau Kamu Digodain sama Bos

6 Tips Kalau Adikmu Nanya Soal Seks
28/03/2016
Aku didekati guruku ! Harus gimana nih ?
04/04/2016

Buat kamu yang sudah kerja, hidup itu gampang-gampang susah. Kamu pasti udah pernah merasakan stres mikirin kerjaan yang menumpuk, menunggu-nunggu tanggal gajian, dan bersabar menghadapi bos rewel.

Omong-omong soal bos, enggak cuma bos rewel yang bisa bikin kamu merasa enggak nyaman di kantor. Banyak orang–bahkan mungkin kamu juga–pernah mengalami didekati, bahkan dilecehkan secara seksual oleh atasan.

Seperti yang pernah kami bilang sebelumnya, pada dasarnya, hubungan seperti ini enggak seimbang. Dia atasan kamu dan harusnya bertanggung jawab atas kerjaanmu. Bos kamu bisa memanfaatkan hubungan khususnya denganmu untuk menghalang-halangi atau memberi keuntungan tidak adil bagimu di ranah pekerjaan. Omong-omong, ini yang dinamakan penyalahgunaan kekuasaan.

Jadi, apa yang harus dilakukan kalau kamu digodain bos?

1. Kenali Tanda-Tandanya

Mungkin bos kamu memang cuma bercanda. Tapi kamu juga perlu mengenali tanda-tanda bahwa dia beneran sedang melecehkan kamu. Kalau kamu mendapat perhatian khusus yang kayaknya berlebihan, sering diajak ngobrol tentang hal-hal yang bersifat pribadi, diberikan hadiah dan diminta merahasiakan, atau suka diajak makan siang lebih sering daripada orang lainnya di tempat kamu bekerja, bisa jadi dia memang ingin mendekati kamu.

2. Alihkan Perhatiannya

Kamu bisa memberi penolakan secara halus untuk menunjukkan bahwa kamu tidak tertarik padanya. Alihkan perhatian dia. Misalnya, coba tanya menurut dia kamu perlu membelikan hadiah apa untuk ulang tahun pacarmu? Bahwa itu bukan hari ulang tahun pacarmu dan bahwa kamu sesungguhnya jomblo akut, enggak penting. Kamu sudah memberitahu secara halus pada bosmu bahwa kamu enggak available.

Taktik lain: bila dia sudah punya anak atau pasangan, tanyakan kabar mereka. Ingatkan dia secara halus bahwa dia sudah berkeluarga. Mending fokus kerja daripada godain anak orang, kan?

Baca:  Kamu Bisa Tetap Hamil Walaupun...

3. Batasi Interaksimu dengannya

Penting juga untuk mengurangi waktu-waktu di mana kamu berduaan saja dengan bosmu. Saat dia memanggil kamu ke kantornya, buka pintu walau hanya sedikit. Jika dia mengajak rapat, usahakan tidak rapat di jam lowong, seperti saat makan siang atau setelah kantor. Ada baiknya juga kamu menyarankan kalian bertemu di kantor saja, tidak usah di luar.

4. Beri Penolakan yang Halus

Kamu harus tegas dalam memberi penolakan, tapi tetap sopan. Mau enggak mau, dia tetap bos kamu dan kamu harus menjaga hubungan baik. Kalau kalian canggung, bakal enggak enak juga ke depannya saat kamu kerja sama dia, kan?

Bilang saja bahwa kamu tidak mau mencampuradukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Tekankan bahwa kamu harus “tetap profesional.” Setelah itu, langsung ganti topik percakapan ke pekerjaan. Tanyakan soal kerjaan tertentu, agar perhatiannya teralihkan dan dia terpaksa meladeni urusan lain.

5. Cari Tahu Kebijakan Kantor Terkait Pelecehan Seksual

Setiap kantor pasti punya. Jangan ragu untuk menanyakan bagian HRD, apa saja peraturan dan mekanisme tempat kamu bekerja untuk menangani kasus pelecehan seksual. Ini penting banget, jadi jangan malu untuk bertanya dan mencari tahu.

6. Dokumentasikan Semua Kejadian

Sebisa mungkin, catat secara rinci waktu, lokasi, dan saksi (bila ada) pelecehan yang dilakukan padamu. Bila pelecehan itu dilakukan lewat SMS, pesan di media sosial, email (surat elektronik), dan sebagainya, jangan lupa untuk screenshot dan simpan bukti-bukti tersebut.

Percaya deh, bukti-bukti ini bakal sangat membantu kalau kamu sudah merasa terganggu dan berniat…

7. Ceritakan dan Laporkan

Satu hal yang perlu ditekankan: JANGAN SIMPAN SENDIRI MASALAH INI.

Pelecehan di pekerjaan adalah persoalan yang serius dan kamu bakal perlu bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika tindakan bosmu membuat kamu merasa tidak betah kerja di sana, hasil kerja kamu juga bakal memburuk, kan?

Baca:  Dampak Bullying : Pelaku, Korban, dan Penonton

Bila perlu, enggak ada salahnya kamu mengambil tindakan lebih lanjut. Ceritalah pada orang yang kamu percaya seperti orang tua, teman baik, pasangan, atau konselor kamu. Kemudian, mengacu pada kebijakan kantor dan berbekal bukti-bukti, kamu bisa melaporkan tindakan bosmu pada divisi HRD.

Kamu berhak bekerja di tempat yang memberikanmu perasaan nyaman dan aman. Kalau kamu mengalami pelecehan seksual dan didekati secara tidak wajar di tempat kamu bekerja, jangan khawatir karena #KamuTidakSendirian. SobatASK kenal banyak konselor dan tenaga ahli yang bisa membantu kamu dan memberimu pendampingan untuk menyelesaikan masalah ini. Konselor-konselor ini dijamin ahli, ramah remaja, dan ringan di ongkos.

Temui mereka di Direktori Layanan kami 🙂

 

 

Sumber:
theundercoverrecruiter.com/flirting-employer/
edition.cnn.com/2011/LIVING/03/03/cb.boss.flirting.with.employee/
blog.careerbuilder.co.uk/2013/02/19/help-the-boss-is-flirting-with-me/

Sumber foto:

hubpages.com

Komentar

komentar