5 Fakta soal Depresi Menurut Seseorang yang Depresi - SobatASK

5 Fakta soal Depresi Menurut Seseorang yang Depresi

4 Alasan Kenapa Kartini Keren
21/04/2016
7 Alasan Kenapa Laki-Laki yang Sensitif itu #Duh Banget
26/04/2016

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 11,6% populasi dewasa di Indonesia mengalami depresi–dan anak muda juga enggak luput dari risiko depresi. Masalahnya, kadang kita enggak bersimpati dengan teman-teman yang mengalami depresi. Kita bisa jadi merasa depresi enggak ada bedanya dengan kegalauan dan rasa stress yang memang dirasakan semua orang. Padahal, depresi dan sekadar galau itu beda banget, lho.

Tapi, gimana sih rasanya mengalami depresi? Menurut pengakuan penulis Tim Lott yang menulis di koran The Guardian dari Inggris, begini rasanya depresi.

 

1. Merasa kesepian

Penderita depresi, tulis Tim, “merasakan beban berat di dada, seperti seseorang yang kamu cintai baru meninggal.” Mereka merasa sangat kesepian dan berjarak dengan orang lain, seolah mereka sedang “melihat dunia dari balik kaca.”

 

2. Tak hanya pikiran, tapi juga tubuh

“Depresi tak hanya mempengaruhi pikiran, tapi juga tubuh,” terang Tim. Ia bercerita bahwa ia mulai mudah tersandung, sulit berjalan lurus, dan semakin ceroboh. Semua ini terjadi karena mereka merasa seperti tidak betul-betul sedang hidup, dan karena mereka “hidup dalam perasaan takut yang terus-menerus, padahal saya tidak yakin apa yang sebetulnya saya takutkan.”

Ai33gjBGCxEA2amWK0EMWH5LOji9uAJCyhr6hl_jxfLm

 

3. Tak semua orang peka terhadap perubahan yang terjadi

Meski terjadi pergolakan luar biasa dalam diri mereka, orang di sekitarnya belum tentu sadar. “Ada perubahan yang tak terlalu kentara,” lanjut Tim. “Saya mulai lebih berjarak, mudah kesal, dan agak pemarah. Tapi dari luar, kelihatannya semuanya baik-baik saja.” Walaupun mereka merasa sangat tersiksa dan frustrasi, seseorang yang depresi dapat menyembunyikan perasaan itu dengan baik. Dari luar, kelihatannya mereka lagi bad mood saja–bahkan malah tidak terlihat apa-apa.

Baca:  8 Tanda Kamu Perlu Tes Kesehatan ke Klinik

Tapi, buat apa mereka bersembunyi?

 

4. Malu menunjukkannya ke orang lain

Seseorang yang depresi bukannya tidak bisa berpikir. Meskipun depresi, namun tetap manyadari bahwa emosi yang sedang mereka rasakan–pesimisme, rasa bersalah, sikap acuh tak acuh, dan lainnya–pasti mengesalkan buat orang lain. Karena takut dianggap baper, cengeng, dan mengganggu kesenangan orang lain; maka bersembunyi, pura-pura senang, dan tidak membuka diri pun menjadi pilihan.

Selain itu, ada juga ketakutan tidak dipercayai lagi dengan pekerjaan atau dijauhi karena dianggap “orang stress.”

 

5. Padahal yang dibutuhkan cuma satu: pengertian

Enggak muluk-muluk, kok. Enggak butuh dinasihati macam-macam, dihakimi, apalagi disuruh-suruh. Yang dibutuhkan adalah seseorang yang pengertian terhadap keadaan mereka. “Mereka butuh simpati dan bantuan kita,” tulis Tim. Tapi, lebih mudah berujar daripada berbuat. “Kita tidak mengerti depresi. Dan ini bukan saja karena depresi sangat sulit dibayangkan, tapi karena kita memang tidak mau mengerti.”

 

Depresi adalah kondisi psikologis serius yang membutuhkan penanganan oleh konselor, psikolog, dan tenaga medis lain yang profesional. Kalau kamu merasa depresi atau mengenal seseorang yang merasa depresi, jangan khawatir karena #KamuTidakSendirian. Banyak klinik dan komunitas menyediakan layanan konseling dan terapi untuk teman-teman yang merasakan depresi.

Klinik dan komunitas ini menyediakan layanan yang berkualitas, lengkap, terjangkau, dan ramah remaja. Temui mereka di Direktori Layanan kami.

 

 

Disadur dari:
theguardian.com/commentisfree/2016/apr/19/depression-awareness-mental-illness-feel-like

Sumber foto:
gizmodo.com

Artikel Terkait

Komentar

komentar