Tips Putusin Pacar yang Pelaku Kekerasan Psikis - SobatASK

Tips Putusin Pacar yang Pelaku Kekerasan Psikis

Kalau Kamu Korban Kekerasan Psikis, Jangan Lupa 5 Hal Ini
14/04/2016
9 Kekerasan dalam Pacaran di Dunia Maya
18/04/2016

Tidak semua hubungan yang tidak sehat kelihatan dari luar. Belum tentu dia akan punya banyak bekas luka dan lebam di tubuhnya. Bahkan, bisa jadi dia terlihat senang saat di depan umum. Tapi, sebenarnya dia merasa enggak nyaman di hubungan itu. Dia merasa dia seperti diawasi terus, pacarnya terlalu cemburuan, dan dia banyak diancam.

Semua ini adalah tanda-tanda kekerasan psikis dalam pacaran dan mungkin kamu atau temanmu pernah (atau sedang) mengalaminya. Sebelumnya, kami sudah bilang apa saja yang perlu kamu ingat kalau kamu jadi korban. Tapi, gimana kalau kamu mau putus?, dan kami akan memberikan tips putusin pacar yang pelaku kekerasan psikis

 

1. Tahu Kapan Kamu Harus Mengakhiri Hubungan

Tidak semua hubungan dapat diselamatkan dan tidak semua kebiasaan dan sifat buruk dapat diubah. Demi keselamatan dan kesehatanmu sendiri, ada baiknya kamu mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan.

 

2. Prioritaskan Keamananmu Sendiri

Pelaku kekerasan jarang berubah dan kekerasan yang dilakukan bisa memburuk seiring berjalannya waktu, bahkan bisa berubah jadi kekerasan fisik. Karena itu, prioritaskan keamananmu sendiri. Kadang, kamu bisa menahan diri untuk tidak membalas perlakuannya, karena kamu sedang berusaha main aman dan mencari strategi yang lebih baik. Tapi, jika kamu merasa kamu dalam bahaya dan perlu bantuan profesional, segera hubungi pihak berwajib atau klinik dan konselor profesional. Temui mereka di Direktori Layanan kami.

 

3. Selesaikan Secara Baik-Baik… dan Aman

Pilih waktu yang aman dan nyaman untuk memutuskan hubungan. Lakukan di tempat yang nyaman bagimu, bisa di tempat umum agar dia tidak merespon macam-macam dan banyak yang bisa membantu, atau tempat yang aman seperti rumahmu sendiri. Teguhkan pendirianmu dan konsekuen dengan pilihanmu untuk mengakhiri hubungan. Ingat, kamu perlu memprioritaskan keselamatan dan kesehatanmu sendiri. Dan di saat-saat seperti ini, punya lingkar pertemanan atau keluarga yang bisa mendukungmu akan sangat membantu.

Baca:  Apa itu Heteronormatif ?

 

4. Cari Tempat Aman untuk Menenangkan Diri

Kamu perlu waktu untuk galau, menenangkan diri, dan menyepi. Usahakan kamu pergi ke tempat yang nyaman dan privat, namun masih ada orang yang bisa kamu ajak ngobrol bila perlu. Coba nginap beberapa hari di kosan teman baik kamu, atau di rumah saja dan dekatkan diri dengan keluargamu. Kamu perlu merasa nyaman dengan dirimu sendiri lagi dan menyembuhkan diri.

 

5. Putuskan Kontak

Di saat-saat penyembuhan seperti ini, kamu harus tegas demi mempertahankan dirimu sendiri. Jangan biarkan dirimu tergoda atau tergerak untuk mengubah keputusan. Sebisa mungkin, putuskan hubungan sepenuhnya dengan mantanmu yang melakukan kekerasan itu. Blokir nomor dan chat dia, unfollow dia di media sosial, dan sebagainya.

6. Bangkitkan Kepercayaan Dirimu Lagi

Setelah kamu mengamankan diri, kamu perlu menemukan kepercayaan dirimu lagi. Ingat: semua ini bukan salah kamu. Kamu manusia baik yang pantas diperlakukan secara manusiawi.

Lakukan hal-hal yang membuatmu nyaman dan semangat lagi. Nongkrong dengan teman-teman lama, nonton konser yang seru, jalan-jalan random ke luar kota, nulis di blog, apa saja!

 

7. Temui Konselor Profesional

Banyak korban kekerasan dalam pacaran memiliki trauma mendalam yang perlu ditangani secara perlahan dan benar. Satu-satunya yang bisa membantu kamu menanganinya dengan baik adalah seorang konselor profesional yang emang kerjaannya membantu orang-orang dalam situasi seperti kamu.

 

Jangan khawatir, karena kamu tidak sendirian dan kamu tidak akan dihakimi oleh konselor ini. SobatASK kenal banyak konselor ramah remaja yang enak diajak ngobrol, profesional, dan terjangkau. Temui mereka di Direktori Layanan kami 🙂

 

 

Sumber:
wikihow.com/Deal-with-Emotional-Abuse

 

Baca:  5 Cara Pacaran yang Kelewatan

Sumber foto:

neverwhatyouthink.com

Artikel Terkait

Komentar

komentar