5 Hal yang Kamu Kira Bukan Seksualitas, Padahal Iya - SobatASK

5 Hal yang Kamu Kira Bukan Seksualitas, Padahal Iya

Tips Menghadapi Teman yang Lagi Patah Hati
09/03/2017
7 Tanda Kamu Harus Stop Dulu Jadi Teman Curhatnya
10/03/2017

Kalau kamu dengar kata ‘seksualitas’, apa yang kepikiran di kepalamu? Apa otakmu langsung memikirkan selangkangan? Apa kamu langsung berpikir kalau ‘seksualitas’ itu selalu sesuatu yang jorok, tabu, dan enggak pantas diomongin?

Tunggu dulu. Kalau digali lagi, sebenarnya banyak hal lho yang bisa dibahas kalau kita ngomongin seksualitas. Misalnya…

 

Pubertas

Hampir semua orang pasti pernah diajarkan soal pubertas di pelajaran biologi. Saat beranjak dewasa, kamu yang laki-laki bakal jadi tambah berat suaranya, tubuhmu semakin tegap, dan kamu mengalami mimpi basah. Sementara bagi kamu yang perempuan, kamu akan mengalami penumbuhan payudara, badanmu semakin tinggi, dan kamu mulai menstruasi. Tapi, apakah kamu tahu kalau pubertas dan segala dampaknya juga termasuk dalam topik ‘seksualitas’?

Iya dong! Banyak banget perubahan yang kamu alami saat kamu mulai puber, baik di tubuh kamu maupun pikiran kamu. Kamu mulai ada kumis dan janggut, mulai ada bulu ketiak, bahkan mulai ada bulu pubis. Yang lebih penting lagi, kamu mulai berkenalan dengan yang namanya cinta dan naksir-naksir orang.

Omong-omong soal itu…

 

Gimana Berhubungan dengan Sehat

Jangan mikir yang aneh-aneh dulu! “Berhubungan” di sini bukan berarti mengajarkan untuk berhubungan seks. Lebih tepatnya, mengajarkan bagaimana kamu menjalin hubungan yang sehat dengan pasanganmu nanti, teman-temanmu, orang tuamu, dan orang lain.

Berhubung kamu udah mulai suka sama orang lain, mulai ngerti yang namanya naksir dan bahkan mungkin sudah coba-coba pacaran, kamu perlu tahu kan gimana cara menjalin hubungan yang baik supaya tetap nyaman bagi kamu dan dia, dan enggak mengganggu belajar atau aktivitasmu. Percaya atau enggak, trik-trik kecil kayak begini juga masuk lho dalam ranah seksualitas.

Baca:  4 Perbedaan Flirting dan Pelecehan

Nah, kalau kamu enggak mau pacaran, gimana dong?

 

Belajar Bilang “Tidak” dan “Iya”

Ada satu konsep yang harus banget kamu tahu supaya kamu enggak dibohongin orang: consent. Atau istilah gampangnya, persetujuan.

Misalnya begini, kamu didekati sama orang. Masalahnya, kamu enggak suka orang ini. Entah tampangnya katro, gayanya enggak bagus, atau emang kelakuannya saja yang enggak enak. Masalahnya, walaupun kamu sudah berkali-kali menunjukkan kalau kamu enggak nyaman dengan sikapnya, dia terus mendekatimu. Bahkan walaupun kamu sudah terang-terangan bilang kalau kamu sudah punya pacar, dia tetap ngotot.

Nah, artinya kelakuan orang yang mendekatimu itu sudah enggak pakai persetujuan. Suatu hubungan itu didasari atas dasar persetujuan bersama. Kamu nyaman, dia juga nyaman, dan tidak ada pemaksaan sama sekali.

 

Gender

Kamu pernah bertanya-tanya enggak sih, kenapa cowok dianggap aneh kalau pakai warna pink? Katanya pink itu warna perempuan, tapi siapa yang bilang begitu? Apakah sejak lahir, bayi laki-laki sudah dari akhirat dibikin enggak suka warna pink?

Hal-hal kecil kayak begini itu adalah bagian dari pembahasan soal gender, alias jenis kelamin sosial. Kenapa sih suami diberi tugas “mencari nafkah” dan istri diberi tugas “mengurus rumah”, padahal banyak juga istri yang bekerja dan bapak yang mau mengurus rumah? Kenapa sih perempuan yang feminin itu harus pakai rok, padahal banyak juga yang nyaman pakai celana? Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan kecil seputar identitas manusia yang bisa dibahas, dan semua ini sebenarnya termasuk dalam seksualitas.

Omong-omong soal gender…

 

Citra Tubuh

Poin kelima ini ada hubungannya juga sama gender. Kamu pernah bertanya-tanya enggak, kenapa banyak perempuan Indonesia terobsesi banget punya kulit putih? Atau kenapa laki-laki mau banget kelihatan kekar dan macho? Atau kita balikin deh. Kenapa sih, banyak perempuan yang takut kalau kulitnya gelap? Atau, laki-laki merasa enggak nyaman dengan tubuhnya kalau dia gemuk?

Baca:  Ikuti Kompetisi e-Course Berhadiah Tablet dan Modem

Semuanya ada hubungannya dengan gender. Mungkin, kamu merasa bahwa biar kamu beneran cantik, kamu harus punya kulit putih dulu. Atau, badanmu harus berotot dan kekar dulu supaya kamu dianggap laki. Padahal, tubuh semua orang memang berbeda-beda. Semua orang memang sebaiknya merasa nyaman dengan tubunya sendiri, kan?

 

Ternyata, seksualitas itu luas! Kalau kamu masih penasaran soal ini itu, buka aja langsung Ruang Belajar kami. Atau, ngobrol sama kami di fitur Chat dan Konseling. Gih!

 

 

Sumber
serc.mb.ca/sexuality-relationships/our-sexuality/what-sexuality
pamf.org/teen/health/puberty/girlschanges.html
lgbt.foundation/information-advice/coming-out-support/what-is-sexuality-/
scarleteen.com/article/bodies/sexuality_wtf_is_it_anyway
advocatesforyouth.org/for-professionals/lesson-plans-professionals/200

Artikel Terkait

Komentar

komentar