Buat Cowok: Tips Kalau Pacarmu Memaksamu Menikah - SobatASK

Buat Cowok: Tips Kalau Pacarmu Memaksamu Menikah

7 Tanda Kamu Sudah Move On dari Dia
03/05/2017
5 Mitos soal Keperawanan
08/05/2017

Kamu merasa nyaman dengan pasanganmu, kamu sayang dia, dan kamu senang dengan hubunganmu sekarang. Masalahnya cuma satu: dia mulai kasih kode keras kalau dia mau dinikahi.

Enggak akan ada masalah apa-apa kalau kamu mau-mau saja menikah. Tapi, bagaimana kalau kamu merasa belum siap untuk menikah? Masa diputusin begitu saja? Masa dipaksa untuk menikah? Kudu piye?

 

Tentukan Sikapmu Sendiri

Sebenarnya, apakah kamu benar-benar siap untuk menikah? Lebih penting lagi: apakah kamu mau menikah?

Kalau kamu memang mau menikah suatu hari nanti, menurutmu apa saja yang perlu terjadi supaya kamu siap? Apakah menurutmu kamu masih ingin menamatkan pendidikan? Apakah kamu punya cita-cita tertentu yang mau kamu kejar dulu? Apakah kamu ingin bekerja dulu sampai kamu lebih stabil secara finansial? Atau, kamu memang belum ada dorongan untuk menikah saja?

Kamu pasti punya segudang pertimbangan seperti ini. Hal pertama yang harus kamu ingat adalah, jangan menikah karena paksaan. Pernikahan bukan seperti pacaran yang bisa putus-nyambung seenaknya sendiri. Menikah adalah komitmen (yang seharusnya) seumur hidup. Jadi, bukan main-main!

 

Pahami Kenapa dia Menuntut Lebih

Mungkin, dia merasa bahwa kalian sudah berhubungan cukup lama dan dia ingin melangkah ke tahap berikutnya. Mungkin, dia ingin melihat keseriusan dan bukti komitmen dari kamu. Mungkin, dia tidak nyaman pacaran terus menerus karena menurutnya itu cuma main-main, cuma bikin dosa, dan tidak bermanfaat.

Dia juga pasti punya alasan kenapa dia menuntut ingin menikah – apalagi berkeluarga. Mungkin, dia sebenarnya hanya perlu bukti keseriusan dari kamu, dan kebetulan yang kepikiran hanya mengajak menikah. Bisa jadi, ada masalah-masalah kecil dan uneg-uneg yang tidak pernah dibicarakan, sehingga dia sendiri tidak yakin dengan kamu dan hubungan kalian.

Baca:  Pentingnya Kesehatan Seksual dan Reproduksi

 

Jangan Takut untuk Mengajak Bicara Secara Terbuka

Kalian perlu menyamakan persepsi. Apa harapan kalian terhadap hubungan ini? Mungkin, kamu hanya ingin hubungan kalian mengalir dan dijalani sebagaimana adanya, sementara dia ingin hubungan yang lebih serius. Kalau pandangan kalian soal bagaimana kalian semestinya berhubungan saja sudah tidak selaras, berarti kalian perlu duduk dan mengobrol secara serius.

Jangan takut untuk berbicara secara blak-blakan, dan menumpahkan emosimu – tentu tidak dengan marah-marah, bentak-bentak, apalagi kekerasan fisik ya. Jika kamu belum siap, jangan bohong. Bilang kalau kamu belum siap. Jika kamu merasa belum bisa jadi Ayah yang baik, bilang begitu. Beritahu dia kenapa kamu berpendapat begitu.

 

Jika Kalian Ingin Serius, Beri Penjelasan yang Masuk Akal

Jangan sekadar bilang bahwa “suatu saat nanti, kamu akan siap” atau kalian akan menikah “pada waktunya”. Biasanya, penjelasan semacam ini tidak cukup.

Kalau kamu memang sudah memutuskan bahwa kamu serius padanya – tapi belum siap untuk menikahinya – utarakan target dan penjelasan yang masuk akal. Bilang padanya, misalnya, bahwa kamu baru mau menikah kalau sudah lulus kuliah. Atau, kamu ingin menikah dalam jangka waktu 3-5 tahun, jadi kalian bisa mulai lebih serius dan melangkah bersama.

Tentu, hal-hal ini harus disepakati juga dengan dia. Ingat: apa yang kamu mau dan apa yang dia mau sama-sama penting.

 

Jangan Dipaksakan

Sekali lagi, menikah bukan urusan sepele. Bukan karena kamu perlu menafkahi keluargamu, mengurus pesta resepsi yang mahal, atau segala tetek bengek lainnya. Tapi, karena pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang serius.

Kamu dan dia perlu saling menguatkan satu sama lain dan mendukung satu sama lain, baik kala susah atau senang. Kamu dan dia perlu memprioritaskan keluarga kecil kalian ketimbang keinginan atau ambisi pribadi. Dan kalau kalian suatu saat nanti diberkahi dengan anak, kamu dan dia harus siap menjadi tauladan yang baik baginya. Semua hal ini berat dilakukan kalau kalian masih muda, alay, dan hobi mengoleksi meme-meme receh.

Baca:  Apa Bedanya Transgender, Transeksual dan Transvestit

Jadi, jangan terburu-buru dan jangan mau diburu-buru. Kalau kamu dan pasanganmu memang siap, memang tak ada salahnya menikah muda. Tapi, jika kamu merasa belum siap, maka percayalah: Lakukan pada saat yang tepat, dan dengan orang yang tepat pula. Jalan hidupmu masih panjang. Jangan khawatir!

 

 

Sumber:
http://www.mensfitness.com/women/dating-advice/how-do-i-deal-engagement-pressure
http://ezinearticles.com/?How-to-Tell-Your-Girlfriend-to-Stop-Pressuring-You-to-Commit&id=5822723

Artikel Terkait

Komentar

komentar