Ternyata Ini yang Bikin Remaja Ogah ke Klinik - SobatASK

Ternyata Ini yang Bikin Remaja Ogah ke Klinik

5 Tips Pacaran di Bulan Puasa
30/05/2017
3 Keluhan yang Remaja Paling Umum di Klinik Kespro
02/06/2017

Apa pun keluhanmu soal kesehatan reproduksi, ada satu nasihat yang enggak bosen-bosen kami ulangi: kalau mau tahu lebih lanjut, tanya ke klinik ramah remaja terdekat.

Tapi, kami tahu bahwa memberanikan diri untuk berangkat dari rumahmu dan mendatangi klinik itu enggak gampang. Maka, kami menyempatkan diri untuk ngobrol-ngobrol bentar dengan Puput Susanto, salah satu staff dari SobatASK, tentang hal apa saja yang bikin remaja ogah mampir ke klinik. Omong-omong, Puput punya pengalaman bertahun-tahun kerja di klinik ramah remaja dan sebelumnya aktif di PKBI Semarang.

Menurutnya, ada dua hal utama yang bikin orang segan ke klinik…

 

“Banyak remaja takut jika rahasia atau privasinya tentang seksualitas terbuka dan tersebar.”

Ketakutan semacam ini rupanya sering ditemui pada remaja-remaja yang mengakses layanan kesehatan–dan juga pada remaja yang menolak mengakses layanan kesehatan. Secara etika, sebenarnya klinik mana pun wajib merahasiakan keluhan dan rekam jejak medis kita. Artinya tidak sembarangan orang bisa mengakses catatan klinik soal kondisi kesehatanmu, alasan kamu mampir ke klinik tersebut, dan hasil tes kesehatanmu.

Namun, tentu saja ada pengecualian. Pertama, ada perdebatan sengit soal apakah keluhan kesehatan dari pasien yang di bawah umur perlu diberitahukan ke keluarga atau tidak. Banyak pasien di bawah umur masih bergantung secara finansial pada orang tua mereka. Jika ternyata pasien di bawah umur mendapat diagnosis tertentu yang membahayakan atau serius, ada kemungkinan klinik akan memberitahukan pada keluarga atau kerabat yang menanggung pasien. Walaupun, tentu saja, hal ini hanya terjadi pada kasus-kasus tertentu saja.

Ada satu lagi pengecualian, semisal kamu cek ke klinik, dan ternyata kamu mengalami infeksi menular seksual, ada dua kemungkinan: kamu ditularkan oleh salah satu mantan pasanganmu, atau kamu bisa saja telah atau berisiko menularkan penyakit tersebut ke pasanganmu yang sekarang. Di situasi khusus banget kayak gitu, biasanya klinik akan menganjurkanmu untuk memberitahu mantan serta pasanganmu yang sekarang, supaya mereka bisa segera cek kesehatan dan terhindar dari infeksi juga.

Baca:  7 Rekomendasi Tempat Tes HIV di Jakarta

 

“Katanya, remaja yang mengakses layanan kesehatan itu remaja yang nakal…”

Di klinik layanan kesehatan, kamu enggak cuma bisa tes infeksi menular seksual, lho. Ada banyak banget layanan yang bisa diakses, termasuk layanan konseling alias curhat. Apapun keluhanmu–mulai dari punya pacar yang nyebelin, pengen tahu lebih lanjut soal HIV & AIDS, sampai nanya-nanya soal jenis berbagai kontrasepsi dan pemakaiannya–bisa ditanyakan ke konselor tersebut. Fungsi klinik emang bukan cuma untuk pengobatan, tapi juga sebagai pusat informasi.

Kalau pun kamu emang ke klinik untuk tes infeksi menular seksual, bukannya itu malah bagus? Kebanyakan orang berpikir bahwa semua infeksi menular seksual pasti ada gejalanya. Entah selangkanganmu gatal-gatal, alat kelaminmu mengalami keputihan, atau ada benjolan di sekitar kelamin.

Tapi, beberapa jenis infeksi menular seksual enggak menunjukkan gejala apa pun. Infeksi chlamydia, misalnya, biasanya tidak menimbulkan gejala yang terasa banget. Berbagai jenis infeksi yang dibawa oleh virus HPV juga enggak bakal ketahuan sebelum terlambat. Ini karena infeksi-infeksi tersebut butuh waktu untuk mempengaruhi tubuhmu.

Artinya, kamu bisa saja membawa penyakit kelamin tanpa kamu sadari. Kalau kamu memutuskan untuk cek kesehatan, itu artinya kamu mau memastikan bahwa kamu dan pasanganmu sama-sama aman. Kamu sudah bertanggung jawab, bukan malah jadi anak nakal.

Lagipula, kamu enggak harus jadi “anak nakal” untuk terkena infeksi menular seksual. Menurut temuan dari Kementerian Kesehatan (2014), mayoritas pasien HIV & AIDS saat ini adalah pasangan yang sudah menikah. Alasannya? Mereka berhubungan seks tanpa menggunakan kontrasepsi (seperti kondom) yang bisa mencegah infeksi menular seksual.

 

Kami (masih) belum bosan untuk bilang: kalau kamu mau tahu lebih lanjut, hubungi klinik terdekat. Gih, temui mereka di Direktori Layanan kami!

Baca:  8 Tanda Kamu Perlu Tes Kesehatan ke Klinik

 

 

 

Sumber:
netdoctor.co.uk/healthy-living/sexual-health/a26975/what-to-expect-sexual-health-clinic/
netdoctor.co.uk/healthy-living/sexual-health/a26454/4-sexually-transmitted-infection-myths/
advocatesforyouth.org/publications/publications-a-z/516-adolescent-access-to-confidential-health-services

Artikel Terkait

Komentar

komentar