Apa itu Kanker Serviks ? - SobatASK

Apa itu Kanker Serviks ?

9 Tips untuk Ketemuan dengan Teman Kencan Online yang Aman
14/06/2017
6 Pertanyaan soal Pap Smear
22/06/2017

Baru seminggu lalu, artis Julia Perez meninggal dunia karena kanker serviks. Seluruh jagad persilatan lantas dibikin ribut dengan video heboh dari Deddy Corbuzier yang membahas meninggalnya Jupe akibat kanker dan mendorong perempuan melakukan vaksinasi.

Tapi, sebenarnya apa itu kanker serviks? Bagaimana caranya kanker itu dicegah? Kami harap, Panduan Dasar tentang Kanker Serviks ini bisa membantumu!

 

Serviks = Leher Rahim

Pada dasarnya, kanker terjadi ketika sel-sel di tubuh kita membelah dan tumbuh secara tidak wajar. Harusnya, setiap sel yang mati akan digantikan oleh sel baru. Masalahnya, sel yang enggak wajar tidak pernah mati dan terus membelah diri. Oleh karena itu, jumlah sel menumpuk dan membentuk benjolan yang disebut tumor.

Dalam kasus ini, kanker terjadi di serviks alias leher rahim, tempat bayi tumbuh saat terjadi kehamilan.

 

Disebabkan oleh beberapa hal, terutama sih HPV.

Tidak ada satu hal yang pasti menyebabkan kanker. Kanker terjadi karena begitu banyak faktor kecil yang bekerja sama dengan satu sama lain, dan menyebabkan tumbuhnya sel-sel abnormal.

Ada beberapa hal yang dianggap membuatmu lebih berisiko terkena kanker serviks. Perempuan yang merokok, mengalami tekanan mental jangka panjang, melahirkan sebelum usia 17 tahun, telah berhubungan seks dengan lebih dari satu orang atau telah berhubungan seks sejak usia muda, atau memiliki kekebalan tubuh yang kurang karena penyakit lain seperti HIV AIDS. Pengguna pil kontrasepsi dan orang yang memiliki infeksi menular seksual, seperti chlamydia dan gonorrhea juga lebih berisiko terkena kanker serviks.

Tapi, penyebab utama kanker serviks adalah sejenis virus bernama Human Papilloma Virus. HPV bisa menyebar karena berbagai faktor, tapi penyebab utama penyebaran HPV melalui hubungan seksual (baik oral, anal, maupun vaginal) yang tanpa kondom.

Baca:  3 Keluhan yang Remaja Paling Umum di Klinik Kespro

Biasanya, HPV menyebabkan kutil, entah kutil di permukaan kulit atau di kelamin kamu. Namun, beberapa jenis HPV bisa menyebabkan kanker di berbagai daerah tubuh–mulai dari penis, anus, mulut, hingga vagina.

 

Gejalanya beragam, tapi belum tentu terlihat.

Ada beberapa gejala kanker serviks yang paling umum. Di antaranya adalah pendarahan sebelum menstruasi, pendarahan setelah hubungan seks, perasaan tidak nyaman saat berhubungan seks, cairan vagina yang berbau tidak enak (seperti keputihan), cairan vagina yang ada bercak darah, hingga rasa sakit di bagian panggul.

Namun, penting untuk dicatat bahwa di tahap-tahap awal kanker serviks, gejala ini biasanya sama sekali tidak terlihat. Seringkali gejala yang kami sebut di atas terjadi saat kanker sudah lumayan berkembang.

 

Sebenarnya bisa dicegah.

Ini yang bikin sedih, sebenarnya, kalau dideteksi sejak dini, kanker serviks adalah salah satu bentuk kanker yang paling mudah ditangani. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kanker serviks. Pertama, suntik vaksin HPV. Kamu bisa minta ke klinik terdekat. Yang perlu dicatat, yang perlu mendapatkan vaksin tak hanya perempuan, tapi juga laki-laki.

Kedua, kalau kamu sudah aktif secara seksual (termasuk setelah menikah), sebisa mungkin berhubungan seks dengan kondom dan setia pada pasanganmu.

Ketiga, jangan berhubungan seks di usia yang terlalu muda. Riset telah membuktikan bahwa perempuan yang berhubungan seks di usia lebih muda lebih berisiko terkena kanker serviks ketimbang perempuan yang menunda hubungan seks pertamanya.

Terakhir, rajin ke dokter untuk melakukan pap smear. Pap smear adalah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk memeriksa apakah kamu terkena kanker serviks atau tidak. Bagi perempuan yang berusia 21 tahun ke atas dan telah aktif secara seksual, biasanya perlu melakukan pap smear setidaknya tiga tahun sekali. Melalui tes ini, kamu bisa melakukan deteksi dini dan mencegah kanker serviks berkembang lebih jauh.

Baca:  7 Tips Kalau Kamu Kena Infeksi Menular Seksual

Sekali lagi, kanker serviks termasuk mudah ditangani jika dideteksi lebih dini.

 

Ditangani dengan kemoterapi.

Seperti kanker jenis lain, kanker serviks biasanya ditangani dengan operasi, radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi ketiganya. Tergantung kankernya sudah separah apa dan kondisi kesehatan pasien, dokter akan memilih dari tiga opsi penanganan tersebut.

Biasanya, penanganan medis untuk kanker serviks stadium awal termasuk efektif karena kankernya belum menyebar dari leher rahim. Tapi, di kanker serviks stadium akhir, kanker telah menyebar keluar dari leher rahim. Kalau sudah begini, kanker lebih sulit ditangani.

 

Nasib memang di tangan Tuhan, kanker bukan penyakit yang bisa dicegah sepenuhnya, karena ada banyak faktor biologis yang tidak bisa kita kendalikan.

Kami akan mengobrol lebih jauh soal pap smear di artikel berikutnya. Jangan lengah, ya! ☺

 

 

Sumber:
cancer.org/cancer/cervical-cancer.html
medicalnewstoday.com/articles/159821.php
cancer.gov/types/cervical/patient/cervical-prevention-pdq#section/all
medlineplus.gov/cervicalcancer.html
lloydspharmacy.com

 

Artikel Terkait

Komentar

komentar