5 Fakta Singkat soal PMS - SobatASK

5 Fakta Singkat soal PMS

Apa itu Perjanjian Pranikah?
11/07/2017
5 Tips Menghadapi PMS
18/07/2017


Tanpa aba-aba dan pertanda, kamu merasa hatimu tidak karuan. Kamu mengirim chat ke pasanganmu, dia lama tidak balas, dan kamu mulai bertanya-tanya apakah ia sungguh mencintaimu. Kemudian kamu mandi, bercermin, dan menyadari dua hal: ada jerawat yang muncul entah dari mana di wajahmu yang mulus, lalu kamu merasa kamu lebih gendut dan perlu diet. Setelah beberapa hari menjalani hidup dengan mode senggol bacok, kamu menstruasi.

Selamat, kamu termasuk salah satu dari milyaran–iya, milyaran–perempuan di dunia yang mengalami PMS, alias Premenstrual syndrome atau sindrom sebelum menstruasi. Siapa saja yang mengalami PMS? Apa saja gejalanya? Kenapa hal ini bisa terjadi?

 

PMS = Umum

Premenstrual syndrome adalah serangkaian gejala yang dialami banyak perempuan dalam siklus menstruasi. Pada dasarnya, semua perempuan yang telah (dan masih) mengalami menstruasi bisa mengalami PMS. Mayo Clinic memperkirakan bahwa 75% perempuan mengalami PMS, sementara The American College of Obstetricians and Gynecologists memperkirakan setidaknya 85% perempuan mengalami PMS. Namun, perempuan di rentang usia 20-an tahun akhir sampai awal 40-an tahun lebih berisiko mengalami PMS.

Gejalanya Beragam: Fisik hingga Emosional

Tubuh setiap perempuan berbeda-beda, jadi cara satu perempuan mengalami PMS akan berbeda dengan perempuan lainnya. Namun, ada beberapa gejala yang seringkali muncul. Kalau kamu mengalami PMS, biasanya kamu akan mengalami setidaknya salah satu gejala fisik seperti:

  • perut kembung,
  • kram,
  • payudara terasa lembek,
  • perasaan lapar disertai ngidam makanan tertentu,
  • sakit kepala,
  • nyeri,
  • rasa sakit di persendian,
  • tangan dan kaki bengkak,
  • jerawat,
  • berat badan naik, dan
  • sembelit atau diare.

Selain itu, kamu juga bisa mengalami beberapa gejala emosional, seperti:

  • perasaan gugup atau tegang,
  • depresi,
  • menangis,
  • perubahan mood yang ekstrim,
  • susah tidur,
  • tidak suka berinteraksi dengan manusia lain,
  • merasa sulit mengendalikan diri,
  • mudah marah.

Semisal gejala-gejala ini muncul selama lima hari sebelum menstruasi kamu dimulai, berkurang setelah menstruasi kamu mulai, dan terjadi selama tiga bulan berturut-turut, kamu resmi mengalami PMS.

Baca:  10 Mitos Menstruasi

 

Penyebabnya Belum Diketahui

Kabar buruknya, penyebab pasti dari PMS belum diketahui. Namun, kita tahu satu hal: hormon dalam tubuh perempuan mengalami gejolak yang luar biasa saat perempuan menstruasi. Kemungkinan besar, gejolak hormon inilah yang memicu gejala-gejala PMS di tubuhmu.

 

PMS Bisa Lebih Parah Kalau Kamu…

Karena PMS ada hubungannya dengan hormon dan tubuh, kondisi tubuhmu bakal mempengaruhi seberapa parah PMS yang kamu alami. Secara keseluruhan, dokter-dokter sepakat bahwa PMS akan lebih parah dan menggelegar jika kamu merokok, sedang mengalami stres berat, tidak berolah raga secara rutin, kurang tidur, minum alkohol dalam jumlah terlalu banyak atau makan terlalu banyak garam, daging merah dan gula, dan jika kamu mengalami gangguan kejiwaan seperti depresi atau bipolar disorder.

Penyakit-penyakit tertentu juga bisa memburuk kala perempuan sedang mengalami PMS. Misalnya, penyakit migraine atau sakit kepala sebelah, asma, dan alergi.

 

Seharusnya Tidak Jadi Masalah Besar

Kamu enggak perlu panik kalau kamu PMS karena ini kondisi yang begitu umum dan bisa ditangani. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, gejala PMS menjadi begitu parah sehingga perempuan tersebut harus meminum obat tertentu atau menjalani terapi tertentu.

Biasanya nanti kamu dianjurkan minum obat tertentu yang bisa mengurangi dampak dari gejala-gejala PMS. Beberapa jenis obat pil kontrasepsi atau pil KB, misalnya, terbukti efektif mengurangi gejolak hormon kamu dan mengurangi rasa sakit saat PMS. Beberapa obat penghilang rasa sakit juga bakal dianjurkan oleh dokter jika kamu mengalami rasa sakit yang berlebihan karena kram, nyeri atau gejala PMS lainnya.

Bagi yang mengalami gejolak emosional luar biasa saat PMS–apalagi yang mengalami kondisi mental tertentu seperti depresi dan bipolar disorder–disarankan untuk rajin bertemu dengan konselor dan mengobrol dengannya agar perasaanmu yang berkecamuk itu bisa tersalurkan dengan baik dan enggak numpuk.

 

Baca:  Sekilas dari IYDC 2014: Ekspresikan Hakmu!

Kira-kira itulah fakta dan perkenalan singkat dengan PMS atau premenstrual syndrome. Masih ada yang kurang? Ada yang mau kamu tambahkan? Beritahu kami di kolom komentar ya! ☺

 

 

Sumber foto: ubykotex.com

Artikel Terkait

Komentar

komentar