Androgin atau Transgender? 4 Tips Menanggapi Millen Cyrus - SobatASK

Androgin atau Transgender? 4 Tips Menanggapi Millen Cyrus

5 Fakta soal Konseling Pelaku Kekerasan
15/11/2017
Film tentang Kesetaraan Gender yang Perlu Kamu Tonton
22/11/2017

Dari sekian banyak hal penting-nggak-penting yang menjadi bahan tubir kids jaman now, salah satu yang sempat dan sering bikin heboh adalah sosok Millendaru alias Millen Cyrus. Kerabat dari penyanyi Ashanty ini populer di Instagram karena satu hal: ia mungkin salah satu dari sedikit public figure yang berani bermain-main dengan gendernya.

Meski Millen lahir sebagai laki-laki dengan nama asli Millendaru Prakasa, ia justru lebih nyaman tampil dengan busana yang terlihat lebih “perempuan” dan dikenal oleh warganet dengan nama Millen Cyrus. Munculnya sosok muda ini bikin pro dan kontra. Sebagian orang ngefans dengan gayanya yang memang fashionable, namun enggak sedikit juga yang mencibir dia karena gayanya yang dianggap kemayu.

Nah, jadi bagaimana sebaiknya menyikapi sosok Millen Cyrus yang sensasional ini?

 

Dia Androgin, bukan Transgender

Bagi yang belum tahu, transgender adalah istilah untuk seseorang yang lahir dengan jenis kelamin tertentu, namun merasa gender atau identitasnya berbeda dengan jenis kelamin tersebut. Seseorang yang lahir dengan alat kelamin laki-laki namun lebih merasa dirinya perempuan, misalnya, biasa disebut waria atau transwoman. Sementara yang sebaliknya disebut priawan atau transman. Nah, apakah Millendaru seorang transgender?

Sekilas, kelihatannya begitu. Toh, dia terlahir sebagai laki-laki tapi ke mana-mana pakai baju perempuan, kan? Ternyata enggak, lho.

Dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi swasta lokal, Millen mengaku bahwa ia lebih merasa dia seorang androgin, bukan transgender. Androgin adalah seseorang yang berada di antara laki-laki dan perempuan–dia mengaburkan batasan antar gender, dan tampak seperti campuran keduanya.

Dulu, penyanyi seperti David Bowie, Prince, Grace Jones, dan Boy George pernah mengenalkan dunia pada konsep androgin–orang yang bukan laki-laki, juga bukan perempuan. Kelihatannya, Millen lebih merasa sreg kalau dibilang androgin, alih-alih transgender.

Baca:  7 Cara Kamu untuk Jadi Laki-Laki yang Enggak Seksis

 

Identitas Ditentukan Hati, Bukan Baju

Sebenarnya, Millen Cyrus juga mengingatkan kita bahwa identitas gender seseorang ditentukan oleh hatinya, bukan apa yang kelihatan di luar.

Seseorang disebut transgender bukan hanya karena dia terlahir laki-laki tapi lebih suka pakai baju perempuan, misalnya. Tapi karena dalam hatinya, dia memang lebih merasa nyaman menjadi seorang perempuan. Ada dorongan kuat dari hatinya yang bilang, “Aku seorang perempuan yang kebetulan terlahir dalam tubuh perempuan.” Begitu pun sebaliknya, ketika seorang yang lahir dengan alat kelamin perempuan lebih merasa dirinya adalah laki-laki.

 

Labelnya Terserah Dia!

Dulu kami pernah bikin beberapa artikel tentang Genderbread–alat peraga yang sering dipakai untuk menjelaskan tentang seksualitas manusia. Kalau kamu baca artikel tersebut dan lihat sosok Genderbread Person, kamu akan melihat bahwa semua bagian dari identitas seksual manusia ternyata bisa dicampur-aduk.

Seorang perempuan yang orientasi seksualnya homoseksual, ternyata bisa terlihat feminin–meski anggapan kita, perempuan yang homoseksual itu pasti tomboy. Seseorang yang jenis kelaminnya laki-laki dan heteroseksual (penyuka lawan jenis), ternyata bisa juga berpenampilan androgin atau bahkan feminin. Jadi, jangan kaget kalau mendadak Millen muncul dengan pacar seorang perempuan heteroseksual yang feminin, sementara Millen sendiri dandanannya akan tetap feminin seperti biasa.

Manusia memang bisa sefleksibel dan seberagam itu, kok. Oleh karena itu, penting untuk mengingat bahwa…

Seksualitas Millen Bukan Urusan Orang Lain

Terserah dia mau melabeli dirinya seperti apa. Terserah dia juga mau bilang dia androgin atau merasa dirinya transgender. Selama dia tidak menyakiti orang lain atau dirinya sendiri, baiknya enggak usah usil.

Perkara kamu setuju atau enggak, merasa itu dosa atau enggak, merasa itu aneh atau enggak, terserah kamu. Yang jelas, akan jauh lebih cakep kalau kita bisa belajar menerima perbedaan dengan dewasa, dan belajar sepakat untuk tidak sepakat.

Baca:  5 Contoh Keuntungan yang Dimiliki Cisgender

Begitulah!

Artikel Terkait

Komentar

komentar