Tips Kalau Bertepuk Sebelah Tangan - SobatASK

Tips Kalau Bertepuk Sebelah Tangan

5 Cara Menghadapi Para Haters
01/11/2017
5 Cara Bersikap Kepada Perempuan di Kantor
07/11/2017

Tidak ada kutuk yang lebih pedih ketimbang jatuh cinta dengan orang yang tak mungkin kita miliki. Mungkin dia pacar orang atau dia sudah jadi suami atau istri orang atau dia memang tidak mencintai kita balik. Tidak ada yang lebih menyakitkan ketimbang cinta yang tidak berbalas.

Bagaimanakah kita, sebagai makhluk hidup yang bersahaja, sebaiknya menghadapi persoalan pelik ini? Beginilah kira-kira.

 

Belajarlah untuk Mencintai Tanpa Pamrih

Yang menyakitkan dari cinta adalah harapan bahwa cinta itu akan berbalas. Kamu sayang dia, maka seharusnya dia sayang kamu juga? Enggak juga sih.

Entah karena situasinya atau karena apa pun alasanya, ia berhak untuk memilih mencintaimu atau tidak mencintaimu. Ia juga berhak untuk memilih bersamamu atau tidak bersamamu. Sesakit apa pun pilihannya, sebagai orang yang mencintainya kamu harus bisa menghormati pilihan tersebut. Kamu perlu paham bahwa dia berhak untuk memilih sesuai dengan nurani dan perasaannya sendiri.

Nikmati saja momen-momenmu dengannya dan cintai dia tanpa pamrih. Justru, cinta yang tanpa pamrih itu biasanya lebih murni dan lebih kuatckarena kamu tidak berharap balasan. Biasanya sih.

 

Hindari Pertanyaan yang Menyakitkan

Jangan sibukkan dirimu dengan bertanya “apakah kamu pernah mencintaiku?” atau “kenapa kamu memilihnya, bukan aku?”

Pertama, itu bukan urusanmu. Kedua, memangnya kamu yakin kamu mau tahu jawabanya? Baiknya kamu hindari pertanyaan-pertanyaan nyebelin semacam ini dan fokus pada dirimu sendiri. Fokus pada kenyataan bahwa kamu perlu menyembuhkan dirimu dari rasa sakit karena hubunganmu dengannya, dan hindari pertanyaan tajam yang hanya akan bikin kamu tambah luka lagi.

 

Pahami Batasanmu Sendiri

Kamu bisa menyayanginya sebaik apa pun, tapi kalau dia memilih bersama orang lain, kamu mau apa? Kamu nggak bisa memaksakan kehendakmu padanya atau memaksanya untuk bersamamu saja? Walaupun memang menggoda, kamu harus tetap menghormati keputusannya.

Pahami batasanmu sendiri. Kalau dia sudah jadi pacar orang, kamu bisa apa selain menunggu? Kalau pun dia sudah putus, kamu yakin dia bakal mau sama kamu? Lebih jauh lagi, kamu mau menunggu berapa lama sebelum akhirnya kamu malah jadi menyakiti dirimu sendiri?

Baca:  10 Manfaat LDR buat Kamu

Tahu kapan kamu harus berhenti dan harus melepaskannya. Move on itu sulit, tapi pada satu titik memang perlu dilakukan. Sayangnya sih begitu.

 

Kurangi Hubunganmu Dengannya

Sesakit-sakitnya, kamu harus menjauh. Kamu harus mengambil keputusan bagi dirimu sendiri. Coba cari tongkrongan lain, coba ketemuan dengan lingkar pertemanan yang berbeda. Cari suasana baru, kenalan dengan orang-orang baru, hindari dia dulu untuk sementara. Unfollow dia untuk sementara di media sosial kalau perlu. Kalau kamu memang enggak bisa berada di sekitarnya, ya kamu enggak perlu menghadapinya secara langsung.

Apakah terkesan enggak jaim dan enggak cool? Ya sudahlah, siapa peduli? Yang penting sekarang adalah kamu menyembuhkan dirimu sendiri.

 

Jangan Takut Mengakui Bahwa Kamu Tersakiti

Enggak usah sok kuat. Akui saja bahwa kamu tersakiti, bahwa kamu trauma, bahwa kamu marah, bahwa kamu sedih. Akui saja dan keluarkan semua emosimu.

Menangislah sembari curhat ke sahabatmu. Bikin blog galau yang kamu private (kalau malu) dan kamu isi dengan catatan-catatan penuh tangismu. Ajak teman-temanmu karaokean dan nyanyikan lagu-lagu galau Adele dengan sekencang-kencangnya. Kalau perlu, kamu bisa mengobrol dengan konselor yang bisa membantumu membereskan traumamu.

Kamu berhak merasa sedih dan berduka. Kehilangan itu sulit, jadi kamu tidak perlu melalui semuanya sendirian.

 

Kalau Memang Masih Perlu…

Ungkapkan perasaanmu tanpa pamrih. Tanpa harapan apa-apa, tanpa keinginan apa-apa, tanpa niatan apa-apa selain agar kamu lebih plong, lebih lega, dan lebih santai. Lalu, lanjutkan hidupmu. Kisah cintamu enggak berakhir di sini, kok!

Semoga beruntung!

 

 

 

Sumber
lovepanky.com
letstalkrelations.com
yourtango.com

healthguidance.org

Artikel Terkait

Komentar

komentar